un fabuleux voyage là..
Libur lebaran tahun ini bener-bener nampol buat saya. Waktu liburan selama 11 hari (dengan 6 hari cuti) bener-bener saya manfaatkan sebaik-baiknya dan sepuas-puasnya untuk jalan-jalan. Berikut adalah beberapa snapshot yang sempat terambil dengan kamera ponsel saya:
Prologue: The Journey of Backpain
Dengan partner mudik saya, neng Karina, saya sukses menempuh perjalanan Jakarta - Semarang 8-9 September 2010 selama 21,5 jam. :D
--------------------
Chapter #1: Magelang
Biasanya saya melewatkan hari pertama lebaran di Desa Rambeanak, sebuah desa di pedalaman Magelang, Jawa Tengah. Di desa yang sejuk, tenang dan damai inilah tinggal nenek saya. Kakek sendiri sudah meninggal bertahun-tahun yang lampau.
Lebaran is Granny's Birthday
Ada tradisi unik yang sudah berlangsung beberapa tahun ini di rumah nenek saya di Magelang setiap lebaran. Setiap lebaran beliau akan membagi-bagikan bingkisan buat anak-anak di kampung yang datang bersilaturahmi. Bingkisan tersebut dibuat semeriah mungkin seolah-olah menyerupai bingkisan ulang tahun. Jadi, sekarang setiap lebaran diistilahkan sebagai Hari Ulang Tahun Mbah Putri. :D
Nenek, duduk nomor 2 dari kiri, setelah acara sungkeman.
Di daerah Magelang dan sekitarnya,Tape Ketan adalah salah satu hidangan wajib di meja tamu yang selalu terselip diantara stoples-stoples berisi Kastangels, Nastar, dan kue-kue kering lainnya.
-----------------------
Chapter #2: Pekalongan
The Vintage View of Granny's Cribs
Ini adalah pemandangan di seputar rumah eyang di Gebangkerep, sebuah desa di pedalaman Pekalongan. Rumah beliau yang sangat vintage, tipikal rumah-rumah petani di daerah tersebut, sangatlah menarik perhatian saya.
Megono
Ini termasuk salah satu kuliner khas dari pekalongan: sego megono. berupa nasi yang dicampur dengan urap sayur nangka. Gurih!
Soto Tauto Pak Tjarlam
Soto Khas Pekalongan lebih dikenal sebagai Tauto. Kombinasi dari kata Tauco dan Soto. Tauco? Ya. Bumbu utama soto Pekalongan ini adalah Tauco. Inilah yang membedakan soto Pekalongan dengan soto-soto dari daerah lain. Isian yang utama dari Tauto adalah lontong, jeroan, dan bihun. Bila anda sempat berkunjung ke kota ini, soto Pak Tjarlam boleh saya rekomendasikan. Kalau siang, dia buka di warung permanen pada sebuah gang sempit di depan Matahari. Kalau malam, dia menjelma sebagai warung tenda di alun-alun.
----------------------
Chapter #3: Malang & Surabaya
Disaster Tourism of Lapindo
Dalam perjalanan ke Malang, saya sempat mampir di lokasi musibah lumpur Lapindo yang termasyhur itu. Yang cukup membuat saya terkejut, tempat tersebut telah bertransformasi sebagai sebuah lahan bisnis dadakan yang subur. Mulai dari bisnis parkir (satu mobil dipatok Rp. 10.000), tiket masuk tak resmi seharga Rp. 5000, pedagang VCD, serta tukang ojek keliling lokasi. Belum lagi para pedagang makanan yang ikut memeriahkan lokasi. Ternyata musibah bisa menjadi sebuah industri pariwisata tersendiri.
A Day At Batu Malang
Lokasi: Desa Sekarputih Kecamatan Junrejo, Batu.
Nengokin Kebun di Agrowisata Kusuma :D
Ini kali kedua saya ke Agrowisata Kusuma. Sialnya, sama seperti pada kunjungan sebelumnya, kali ini saya juga gak kebagian paket metik Strawberry. Harus puas hanya metik Tomat cherry saja. :(
Cwie Mie Malang
Saat berkunjung ke Malang dua atau tiga tahun lalu, saya begitu penasaran sekali dengan Cwie Mie Malang. Saat berkunjung kembali kesini, barulah saya sempat menjajal mie yang begitu membuat saya penasaran ini. Enak sih, cuman mungkin saya terlalu berekspektasi berlebihan. Rasanya ya, hehe, seperti mie yamin biasa.. :D
The Story of The Bridge
Percaya atau tidak, Jembatan Suramadu adalah sebuah tempat tujuan wisata tersendiri bagi orang-orang yang norak yang belum pernah liat jembatan keren (seperti saya). Jembatan yang panjangnya 5.438 m ini dapat dilewati dengan membayar Rp. 30.000 untuk satu mobil sekali jalan. Statusnya yang sekaligus sebagai sebuah jalan tol--dengan tanda dilarang berhenti dimana-mana--tidak menyurutkan niat kami untuk nekat berhenti untuk sekedar berfoto-foto dengan background jembatan ini. Hasilnya, Patroli Jalan Raya segera datang mengusir kami pergi. :D
-----------------------
Chapter #4: Jogjakarta
Dan perjalanan liburan saya ditutup dengan Jogjakarta. Tidak banyak tempat yang saya kunjungi, hanya sekedar bernostalgia mengenang masa lampau saja. Tempat yang saya kunjungi antara lain...:
Soto Sapi Pak Ngadiran aka Soto Klebengan
Ini adalah tempat legendaris bagi saya semasa kos di Jogja dulu, Sebuah tempat andalan untuk melewatkan waktu sarapan bersama kawan-kawan kos. Murah, dengan cita rasa yang tebal, ditambah mengudap tempe hangat-hangat, merupakan sebuah kenangan yang sayang untuk dilupakan..
Bale Raos: A Taste of Heritage
Sebuah resto di lingkungan keraton dengan nuansa etnik yang kental. Sebuah tempat makan yang menyenangkan dengan hiburan musik akustik ala hiburan raja-raja jaman dahulu. Menu-menu yang disajikan konon adalah kesukaan Sri Sultan Hamengkubuwono. Salah satunya adalah Bebek Suwar-Suwir (gambar terakhir). Yang jelas, semasa saya jadi mahasiswa dulu, saya tidak pernah berani menyambangi tempat ini. Sebenarnya tidak mahal-mahal amat sih, cuman emang agak mahal buat kantong mahasiswa dengan pendapatan perkapita mahasiswa kebanyakan seperti saya pada waktu itu. :D



