Posterous theme by Cory Watilo

Filed under: random

Life was like a box of chocolates. You never know what you're gonna get.

Dsc_0357

"Life was like a box of chocolates. You never know what you're gonna get."

Barangkali itulah kutipan yang paling diingat orang dari film Forrest Gump. Tapi saya sih ndak ambil pusing dengan kata-kata Mr. Gump tersebut. Dan empat butir coklat diatas-lah yang saya pilih ketika saya disodorin sekotak coklat sisa lebaran yang dibawa rekan kantor tadi pagi. Lumayan buat kudapan sebelum makan siang.. =))

Please, Mr. Postman

"Oh yes, wait a minute Mr. Postman.. Wait Mr. Postman.. Please Mr. Postman look and see, if there's a letter in your bag for me. Why's taking such a long time for me to hear from that boy of mine..." (The Carpenters - Please Mr. Postman)

Pagi tadi saya mendapat tugas mengantar surat via pos. Kebetulan ada sebuah loket pelayanan pos di basement gedung sebelah kantor tempat saya bekerja. Hanya ada satu orang yang menjaga bilik yang ukurannya tidak lebih besar dari kamar saya itu. Beliau sudah cukup berumur, dengan rambut putih yang menyembul dari balik topi yang dikenakannya. "Wah, nunggunya agak lama ini mas, banyak soalnya..", begitu yang beliau katakan setelah saya sodorkan setumpuk amplop coklat yang saya bawa dari kantor. "Iya pak, nggak apa-apa."

Dsc_0122

Sambil menunggu si bapak yang sedang mengerjakan tugasnya, saya lantas berpikir. Kebayang gak sih gimana nasib jasa pelayanan pos di masa-masa mendatang? Jaman sudah berkembang sedemikian canggihnya, dan praktis jasa pos menjadi semakin kalah populer dengan teknologi yang ada. Saya masih ingat, dulu sewaktu saya awal-awal masuk kuliah, saya masih getol-getolnya berkirim surat via pos dengan teman-teman di luar kota. Sekarang? Cukup dengan sms. Atau instant messenger. Dan pesan sampai seketika.

Saya kadang masih takjub melihat keberadaan jasa pos yang masih bertahan di masa sekarang. Tapi bagaimana di masa-masa mendatang? 10 tahun lagi? 50 tahun lagi? 100 tahun lagi? Masihkah kantor pos akan berdiri tegar dengan tugas dan fungsinya seperti sekarang ini? Atau akan berevolusi menjadi sebuah jasa layanan yang baru dengan tugas dan fungsi yang baru? Ah, entahlah. Si Bapak pegawai pos sudah selesai mencatat serta menghitung ongkos kirim surat-surat yang saya bawa. Saya lantas segera bergegas kembali ke kantor. Banyak tugas yang harus saya selesaikan.