Suatu Hari Di Balik Tembok Keraton Putih
Akhir pekan yang lalu saya mengunjungi kota Cirebon dalam rangka sebuah urusan. Dan diantara ribetnya urusan tersebut saya masih menyempatkan diri untuk bergaya turis dan mengunjungi sebuah tempat yang sudah lama membuat saya penasaran: Keraton Kasepuhan. Cirebon memang bukan terkenal sebagai kota wisata, namun kota ini kaya dengan peninggalan dan kisah-kisah sejarah. Saya paling suka mengunjungi tempat-tempat kuno dan bersejarah, dan Keraton Kasepuhan adalah salah satunya.
Dua macan putih penjaga Keraton Kasepuhan. (Photo courtesy of Wikipedia)Keraton Kasepuhan adalah satu dari tiga situs keraton yang ada di Cirebon. Dua keraton yang lain adalah Keraton Kanoman dan Keraton Kacirebonan. Tetapi Keraton Kasepuhanlah yang paling tua dan yang tampak paling bersinar dibandingkan dua keraton yang lain.
Untuk memasuki kompleks keraton ini anda dikenai retribusi cukup lima ribu rupiah sahaja untuk tiap orang. Dan itupun masih mendapat bonus satu orang tour guide apabila anda dateng berombongan. Tapi kemaren saya dateng hanya berdua dan tetap dikasih bonus seorang guide yang setia mengantar kami kemana-mana. Awalnya kami sempet merasa kurang nyaman dengan adanya tour guide ini, tapi ternyata kehadiran beliau ini berguna juga, karena bapak tua berbusana tradisional yang menjadi tour guide kami ini aktif sekali menceritakan kisah-kisah di masa lampau. Keraton Kasepuhan memang tidak sebesar dan semegah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ataupun Keraton Mangkunegaran Surakarta, bahkan di beberapa sudut nampak kusam tidak terawat, tetapi Keraton Kasepuhan memiliki ciri khas tersendiri yang merupakan hasil perpaduan dari berbagai budaya mulai dari kebudayaan Hindu, Cina, Islam, sampai kebudayaan Eropa. Hal ini tampak dari motif-motif bunga, piring-piring dari dinasti Ming yang ditempel di dinding, serta keramik-keramik di dinding dari Eropa yang menggambarkan kisah-kisah Injil.Pengaruh kebudayaan Hindu juga tampak dari Gapura Bentar pada bangunan Siti Hinggil yang didominasi oleh bata merah. Bangunan seperti ini mengingatkan saya pada candi-candi Hindu peninggalan Majapahit di Trowulan seperti candi Wringin Lawang yang juga berbentuk gapura bentar juga candi-candi hindu Majapahit lain yang juga dominan oleh bata merah.
Pengaruh kebudayaan Hindu di CirebonDi dalam kompleks keraton juga terdapat sebuah museum yang menyimpan barang-barang peninggalan masa lampau seperti Kereta Singa Barong, berbagai peninggalan perang, serta berbagai perkakas yang digunakan di masa lampau.
Khusus mengenai Kereta Singa Barong, tour guide kami begitu bangga menceritakan berbagai kelebihan kereta tersebut. Sudah menggunakan shock breaker (bukan menggunakan pegas tetapi menggunakan karet, serta kabin yang mengayun ke depan dan ke belakang, tidak menyatu langsung dengan chassis), dan menggunakan teknologi mekanis sederhana yang bisa menggerakkan sayap sehingga kereta nampak seperti terbang. Untuk ukuran teknologi abad 14, benda ini saya anggap mengagumkan. Dan yang saya salut sekali, kereta ini masih terawat baik sampai sekarang.
Kereta Singa BarongMasih di kompleks Keraton Kasepuhan, juga terdapat sebuah Masjid yang tak kalah bersejarah: Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Konon kabarnya masjid ini dibangun berbarengan dengan Masjid Agung Demak di Jawa Tengah. Yang lain dari pada yang lain di masjid ini adalah, azan untuk menandakan waktu shalat dikumandangkan oleh tujuh orang! Sayang sekali kami tidak sempat masuk kedalamnya, dan hanya sempat narsis-narsisan di depan salah satu pintu gerbangnya yang unik.
Sekedar tips, bila anda berniat mengunjungi kompleks keraton ini, siapkan uang recehan banyak-banyak. Bukan untuk diberikan pada pengemis, tetapi untuk menyumbang "dana kebersihan" tiap anda berpindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Siapkan pula uang seikhlasnya (dan sepantasnya) untuk "uang saku" tour guide anda. Sangat disayangkan, nampaknya dana perawatan untuk memelihara kompleks Keraton Kasepuhan ini masih sangat kurang..
Models: Farah Pratiwi, Fanni Anjas Sagita | All photos taken with Sony Ericsson X1i, except on "Dua Macan Putih Penunggu Keraton Kasepuhan". | Edited with PhotoScape 3.5




