Posterous theme by Cory Watilo

Martian's Rules For Venusian

Hmm.. lagi ndak kreatip buat ngepost di blog nih. Berikut adalah sebuah tulisan yang saya copas dari note seorang kawan di facebook yang men-tag saya dalam note tersebut (dimana kawan saya itu juga copas entah dari mana :D) Intinya, tulisan ini sangat-sangat relevan dengan yang sedang saya alami sekarang. Perbedaan cara pandang seorang pria dan wanita dalam menyikapi suatu hal memang sebuah hal yang memusingkan yang sering menimbulkan benturan dalam sebuah hubungan. Saya yakin penulis tulisan di bawah ini sama desperate dengan saya yang kadang tidak habis pikir dengan adat kaum wanita yang bagi kami kaum lelaki tampak "ajaib" :

BAHASA PRIA - JERITAN KAMI KAUM LELAKI

Yang selalu kita dengar adalah Girls Rulez, kini saatnya kami para cowok2 mengungkapkan isi hati kami. Ini adalah cerita dari sisi kita, Kaum Cowok!! Kaum Adam!! Aturan kita!!

1. Tidak Semua cowok seperti Dedy Corbuzier.

Jadi jangan harap kami bisa membaca isi pikiranmu disaat kamu manyun tanpa suara. Apa susahnya sih bilang : "Aku Laper, Aku minta dibeliin pakaian, Tolong Rayu Aku...!!"

2. Hari Minggu itu waktunya istirahat setelah 6 hari bekerja, jadi jangan harap kami mau menemani seharian jalan2 ke mall.

3. Berbelanja BUKAN olahraga. Dan kami gak akan berpikir ke arah situ.

Bagi kami belanja ya belanja, kalau sudah pas ya beli saja, perbedaan harga toko A dan B cuma 1,000 perak jadi nggak usah keliling kota untuk cari yang paling murah, buang2 bensin aja.

4. Menangis merupakan suatu pemerasan.

Lebih baik kami mendengar suara petir, guntur , bom meledak daripada suara tangisanmu yang membuat kami tidak bisa berbuat apa2.

5. Tanya apa yang kamu mau. Cobalah untuk sepaham tentang hal ini.

Sindiran halus tidak akan dimengerti.

Sindiran kasar tak akan dimengerti

Terang2an menyindir juga kita gak ngerti!

Ngomong langsung kenapa!?

6. Ya dan Tidak adalah jawaban yang paling dapat diterima hampir semua pertanyaan. Just that simple.!!

7. Cerita ke kami kalo mau masalah kamu diselesaikan. Karena itu yang kami lakukan. Pengen dapet simpati doang sih, cerita aja ke temen2 cewekmu.

8. Sakit kepala selama 17 bulan adalah penyakit. Pergi ke dokter sana !

9. Semua yang kami katakan 6 bulan lalu gak bisa dipertimbangkan dalam suatu argumen. Sebenernya, semua komentar jadi gak berlaku dan batal setelah 7 hari.

Janji kami untuk menyebrangi lautan dan mendaki gunung itu hanyalah klise, jangan dianggap serius.

10. Kalo kamu gak mau pake baju kayak model2 pakaian dalam, jangan harap kita seperti artis sinetron dong.

11. Kalo kamu pikir kamu gendut, mungkin aja. Jangan tanya kami dong. Cermin lebih jujur daripada Lelaki.

12. Kamu boleh meminta kami untuk melakukan sesuatu atau menyuruh kami menyelesaikannya dengan cara kamu. Tapi jangan dua2nya dong. Kalo kamu pikir bias melakukannya lebih baik, kerjain aja sendiri.

13. Kalau bisa, ngomongin apa yang harus kamu omongin pas iklan aja.

Ingat, jangan sekali2 ngomong apalagi pas saat tendangan pinalty.

14. Kami bukan anak kecil lagi

jadi tak perlu mengingatkan jangan lupa makan, selamat tidur, dll. Menurut kami itu hanyalah pemborosan pulsa saja.

15. Kalo gatel kan bisa digaruk sendiri. Kami juga kok.

16. Kalo kami nanya ada apa dan kamu jawab gak ada apa2, kami akan berpikir memang gak ada apa2.

Ingat, seperti no.1 kami bukanlah pembaca pikiran. Ngomong baby...ngomong. ...!!

17. Kalo kita berdua harus pergi ke suatu tempat, pakaian apapun yang kamu pakai, pantes aja kok. Bener. Jadi tidak ada alasan gak mau pergi ke pesta karena tidak ada baju.

18. Jangan tanya apa yang kami pikir tentang sesuatu kecuali kamu memang mau diskusi tentang bola, game, billyard, memancing atau mungkin juga ttg teknik mereparasi mobil.

19. Kami malas berdebat secara hati dan perasaan, ingat!! kami hanya pakai logika.

20. Terima kasih sudah mau baca ini. Iya Mam, aku akan tidur di sofa nanti malam.

(from http://www.facebook.com/notes/fashih-d-pambudi/bahasa-pria-jeritan-kami-kaum-...)

 

Note:

  1. Sebagian besar isi tulisan tersebut merupakan problem yang sama bagi saya.
  2. Point no.20... wakakaka, what a poor guy..

When I Feel "Galau"

(download)
Sepotong lagu "Creep" yang dipopulerkan oleh Radiohead. Piano & vokal oleh saya sendiri pada kunci G. Direkam pada 30 Januari 2011. (Berhubung lagi flu nada tingginya gak bisa keluar :p Nanti direkam ulang lagi deh kalau udah sehat--tapi nggak janji yaa :p)

Foamy Conversation When Stomach Calls

Maknyus
Rasa-rasanya pikiran saya akhir-akhir ini gak jauh-jauh dari makanan (Tulisan saya dimana-mana lama kelamaan isinya juga gak jauh-jauh dari makanan :D). Kayak tadi siang. Ada temen nulis apaaa di fesbuk ujung-ujungnya malah komennya nyambung ke makanan. Haduh, jadi pengen bebek sambel korek lagi. Bayangkan, sebuah malam yang dingin di musim ujan, ngadepin piring dengan nasi putih mengepul, sepotong bebek yang digoreng kering yang baru saja diangkat dari pengorengan, dan lengkap dengan secawan sambel korek yang aduhai rasanya. Pedas dan spicy, sampai bulir-bulir keringat menetes dari ubun-ubun diiringi desisan mulut kepedesan. Waaahh.. Sensasinya itu lho, sampai-sampai cuman sekedar membayangkannya aja saya sampai ngiler..

Dsc_0774
Bebek goreng sambel korek langganan saya di Jl. Raya Gandul, Cinere. Lupa nama tempatnya. Tapi rasa bebek dan sambelnya gak kalah sama Bebek H. Slamet. Maknyoss!

Republic Noodlenesia

Kalau ada makanan yang paling saya gemari di jagad perkulineran, mungkin salah satunya adalah mie. Track record saya menggemari varian mie telah berawal sejak saya kecil. Saat itu saya paling suka dengan jajanan Anak Mas, Krip-Krip, dan Mamee, sejenis noodle snack yang sesuai dengan namanya berupa mie yang didesain tidak terlalu keras agar bisa dimakan mentah-mentah kemudian ditaburi bumbu. Jajanan ini begitu saya gemari sehingga kadang saya sering banget terlihat dimana-mana membawa kemasan Anak Mas dan konco-konconya tersebut. 

Anak-mas

Anak Mas

Namun kadang jajanan tersebut kurang memenuhi hasrat saya mengunyah--bagaimana tidak, jajanan anak mas dan konco-konconya tersebut porsinya cuman seupil, dan bisa saya habiskan dalam sekejap. Akhirnya, saya mulai tergoda untuk makan mie instant mentah yang jauh lebih banyak isinya!

Dsc_0825
Dan perbuatan nista ini bahkan masih saya lakukan hingga sekarang! :D 

Tapi saya tidak selalu menikmati mie instant dengan dimakan mentah-mentah, terutama karena mie-nya lebih keras, dan bumbunya lebih asin. Saya juga gemar memakan mie instant tersebut dengan cara yang normal, yaitu dengan dimasak dahulu. Biasanya saya paling hobi nyoba-nyobain berbagai varian mie instant yang ada di supermarket kemudian memasaknya dirumah. Hal ini masih berlangsung sampai sekarang, walaupun saya mulai menguranginya setelah mulai mendengar berbagai kabar miring tentang dampak terlalu banyak mengkonsumsi mie instant bagi kesehatan. 

Tapi toh, Indomie rebus tetap menjadi favorit saja di warung burjo (istilah populer di Jogja) ketika saya kuliah dulu ataupun di warkop (istilah di Jakarta) saat makan siang di sela-sela jam kantor, tidak peduli sedang bokek atau banyak duit. :D

X2_2141f00
Indomie rebus telor a la burjo aka warkop

Bahkan mie menjadi favorit saya ketika sedang bepergian dengan kereta. Pop Mie yang dijajakan pedagang asongan menjadi teman yang hangat di tengah perjalanan daripada suntuk dan lapar. Kalaupun tidak ada yang jualan Pop Mie pun (karena sedang naik kereta eksekutif yang bebas pedangang asongan), saya juga rela memesan Indomie rebus di restorasi.

Dsc_0814

Pop Mie!

Dsc_0218
Indomie rebus, suatu hari di atas kereta api eksekutif dalam perjalanan ke Jogja. (Kalau di kereta bisnis, mangkoknya tidak ditutup plastik seperti pada gambar.)

Tentu saja, saya tidak melulu hobi makan mie instant. Saya juga menggemari varian-varian mie yang lain seperti Mie Yamin, sejenis Mie Ayam dengan kuah dipisah.

Dsc_0312
Mie Yamin a la Cwie Mie Malang

Mie Baso (ini juga salah satu favorit saya di mana saja. Saya pernah waktu jaman kuliah dulu sempet beberapa hari berturut-turut setiap hari makan mie baso. Mulai dari baso a ala tukang jualan keliling, mie baso deket rumah, juga baso Pak Narto atau Pak Bawor yang populer di Jogja.)

Dsc_0321
Mie Baso a la Es Teler 77

Mie Hot Plate, sesuai dengan namanya adalah mie yang disajikan panas-panas dalam sebuah hot plate. Enak deh.

(download)

Mie Hot Plate ala Szechuan foodcourt Plasa Semanggi & Mie Hot Plate Sapi Lada Hitam Kedai Kita Bogor

Ifumie, sejenis mie kering yang disiram dengan kuah kental panas, sehingga mie yang tadinya kering jadi empuk. Enak sih. cuman agak mahal.

Dsc_0313

Ifumie a la Solaria

Lomie, sejenis mie dengan kuah yang amat kental seperti ingus bercita rasa sea food. Saya baru nyoba sekali sih pas main ke Bandung. Menarik. Enak kok. Cobain deh.

Dsc_0274
Lomie lapangan Gasibu, Bandung

Mie Ramen. Hmm. Beberapa teman saya suka sekali dengan Mie Ramen. Terutama mereka yang Japholic alias suka dengan hal-hal yang berbau Jepang. Tapi entah kenapa saya kurang begitu suka. Terlalu banjir kuahnya menurut saya. Biasanya kan Mie Ramen dihidangkan dalam sebuah mangkok besar dalam kuah yang melimpah (tapi mie-nya cuman dikit). Jadi inget, sewaktu saya nyobain Mie Ramen 38 kan ada level kepedasannya tuh. Nilainya antara 1-10. Dan saya milih level 1. Dan....masih kepedesan! Cemen yah.. -_-"

Dsc_0010
Mie Ramen 38 Citos

Ngomong-ngomong mie dengan porsi besar, saya tergila-gila dengan Mie Tarik Leiker. Porsinya bener-bener gila. Mienya buatan sendiri, dan kita bisa ngeliat proses pembuatan mienya di gerainya, dan mienya dibuat dengan ukuran gede-gede. Saya sarankan, jangan kesini kalau hanya sekedar ingin nyari snack diantara waktu makan. Bisa-bisa malah mubazir. Biasanya sih saya suka pesen yang Tom Yam.

Dsc_0573
Mie Tarik Leiker Tempura kalo gak salah.

Mie Koclok. Naah, ini menarik. Mie Koclok adalah mie khas dari daerah Cirebon. Disajikan dengan kuah seperti bubur santan kental. Mungkin agak sedikit neg, tapi lumayan buat temen penghangat badan di malam kelam. Cobain deh kalau lagi main ke Cirebon.

(download)
Mie Koclok

Oiya, beberapa waktu yang lalu saya pulang kampung dan menemukan Rumah Makan Mie Pelangi. Sebenernya sih penyajiannya seperti Mie Ayam Yamin biasa, tapi bahan mienya dibuat dengan campuran sayur-sayuran seperti bayam, wortel, sawi, dan lain-lain sehingga menghasilkan mie berwarna warni. Honestly, rasanya sedikit aneh sih. Tapi pastinya mie ini lebih sehat. Berikut gambarnya:

Dsc_0515

Mie Pelangi yang saya temukan di kampung saya di Lasem, Rembang. Pastinya ada di kota lain, tapi saya belum pernah nyoba. :D

Bakmi Jawa. Inilah varian bakmi yang khas dari Jogja. Dimasak di atas anglo dengan api arang. Biasanya digunakan campuran telor bebek didalamnya. Biasanya saya lebih suka bakmi gorengnya, dan cenderung kurang suka dengan bakmie rebus nyemek (mie-nya direbus sampai lembek). Di Jogja, ada beberapa nama terkenal untuk urusan Bakmi Jawa, seperti Bakmi Pak Pele atau Bakmi Kadin. Tapi yang jelas Bakmi Jawa bisa dengan mudah ditemui di seantero Jogja, dengan rasa yang memuaskan. Yang jelas, citarasanya khas, apalagi bila ditambah dengan nyeplus cabe rawit. Wuaahh..saat nulis kalimat ini saya aja sampai ngiler. Dan hingga saya hijrah ke Jakarta pun, saya masih sering hunting bakmi Jawa..

Dsc_0050

Penampakan Bakmi Jawa Jape Methe Pasarminggu, Jakarta Selatan.

Terus.. apa lagi ya? Masih ada lagi sih mie unik yang pernah saya coba, yaitu Mie Ongklok. Tapi saya nggak sempet ambil fotonya. Mie Ongklok ini khas dari Wonosobo. Bentuknya mirip lomie kali ya, dengan kuah yang kental juga. Tapi saya agak-agak lupa rasanya.

Pendek kata, saya cinta sekali dengan mie. Oiya, di kantor saya juga kadang suka beli Indomie rebus buatan Aa' Sadeli di lantai dua. Rasanya khas, nggak seperti Indomie rebus di warkop atau burjo. Rupanya dia menggunakan kuah yang dibuat sendiri dengan menggunakan kaldu. Mie yang komplit oleh si Aa' dimasak bersama tahu, telor, dan baso. Berikut penampakannya:

Dsc_0944

Indomie si Aa'

Yasudahlah. Sekian saja cerita-cerita tentang mie. Saya harus kembali bekerja. Oiya, tadi siang saya makan siang dengan mie juga. Ada boss yang ulang tahun, dan satu lantai dibeliin makan siang semua. Lumayan. Makan siang gratisan.. :D

(download)
Gratisaaaaannn